Albani Merasa Dirinya Lebih Pintar dari Imam Bukhari dan Imam Muslim

shares

Mari kita lihat perkataan al-Albani dalam kata pengantar cetakan pertama kitabnya Shahih al-Kalim ath-Thayyib li ibn Taimiyyah yang tercantum di halaman 16, cetakan ke-1 tahun 1390 H:

انصح لكل من وقف على هذا الكتاب و غيره, ان لا يبادر الى العمل بما فيه من الاحاديث الا بعد التأكد من ثبوتها, وقد سهلنا له السبيل الى ذلك بما علقناه عليها, فما كان ثابتا منها عمل به وعض عليه النواجذ, والا تركه

“Aku nasihatkan kepada setiap orang yang membaca buku ini atau buku yang lainnya, untuk tidak cepat-cepat mengamalkan hadits-hadits yang tercantum di dalam buku-buku tersebut, kecuali setelah benar-benar menelitinya. Aku telah memudahkan jalan tersebut dengan komentar-komentar yang aku berikan atas hadits tersebut, apabila hal tersebut (komentar dariku) ada, maka barulah ia mengamalkan hadits tersebut dan menggigit gerahamnya. Jika tidak ada (komentar dariku), maka tinggalkanlah hadits tersebut.”
Scan lengkapnya:

Perhatikan, dari perkataan al-albani diatas (perhatikan juga bahwa tata bahasa arab yang beliau gunakan dalam beberapa kalimat terakhir di atas juga sedikit kacau balau, namun meskipun susunannya kacau balau masih dapat ditangkap maksudnya) dapat dipahami bagaimana al-albani memposisikan dirinya sebagai ahli hadits yang kemampuannya melebihi ulama hadits mu’tabar yang terdahulu. Dia melarang umat muslim untuk  mengamalkan hadits-hadits shahih dari para imam muhaddits besar seperti al-Imaam al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan lain-lain terkecuali setelah ada komentar dari al-albani bahwa hadits-hadits itu dinyatakan sebagai hadits shahih oleh al-albani. Jika tidak dikatakan shohih oleh al-albani, maka hadits-hadits tersebut ditinggalkan atau tidak boleh diamalkan sama sekali.

Sekarang yang menjadi permasalahan adalah, Apakah kapasitas keilmuan al-albani lebih jauh hebat daripada ulama’-ulama’ muhaddits terdahulu? Sedangkan ulama’ – ulama’ ahli hadits yang mu’tabar tersebut masa kehidupannya jauh lebih dekat dengan masa Rasulullah shollallaah ‘alaih wa sallam. Coba bandingkan dengan masa kehidupan al-albani di abad 20 Masehi ini yang sangat jauh dari masa Rasulullaah shollallaah ‘alaih wa sallam?

Dari statement singkat al-albani yang tercantum di dalam kata pengantar bukunya tersebut, dapat disimpulkan juga  bahwasanya menurut al-albani dan pengikutnya apabila sebuah hadits tidak ada “embel-embel” dishahihkan oleh al-albani maka hadits tersebut diragukan keshahihannya meskipun hadits tersebut tercantum di dalam kitab-kitab hadits tershohih sekalipun seperti Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Kembali kepada kata pengantar dari al-albani diatas, perhatikan kalimat bergaris bawah:

فما كان ثابتا منها عمل به وعض عليه النواجذ, والا تركه …

“…apabila hal tersebut (komentar dariku) ada, maka barulah ia mengamalkan hadits tersebut dan menggigit gerahamnya.”

Kalimat bergaris bawah diatas akan sangat terasa rancu bagi mereka yang terbiasa dengan bahasa arab, karena terkesan canggung dan menggelikan. Seharusnya, apabila memang al-albani adalah orang yang mumpuni di bidang hadits, tentunya beliau tidak akan menuliskannya dengan tata bahasa yang kacau balau.
Syaikh Hasan bin Ali As-Saggaf meluruskan kalimat tersebut di dalam kitabnya “Tanaqqudhat al-Albani al-Wadhihah”:

الصحيح ان يقول: إعمل به وعض عليه بالنواجذ. وقد أخطأ فى التعبير لضعفه فى اللغة

“Kalimat yang benar seharusnya berbunyi: “I’mal bihi wa ‘adhdhu ‘alaihi bi an-nawajidz” yang artinya: amalkanlah dan gigitlah dengan gerahammu kuat-kuat. Dan sungguh ia telah salah di dalam mengungkapkan kalimat itu dikarenakan lemahnya ia di dalam berbahasa arab.”

Demikianlah apa adanya saya sampaikan daripada sebagian perkataan al-albani yang tercantum di dalam kitab-kitabnya. Silakan anda membuat kesimpulan sendiri.

Related Posts

36 comments:

  1. Fatwa Nyeleneh Saya Tentang Penulis Blog IniJanuary 29, 2013 at 8:09 PM

    Orang salah biasa, sama seperti ente salah menilai Syaikh Muhammad Nashiruddi Al Albani biasa saja. Cuma Rosulullah yang mustahil salah. Betul ga? Ane yakin ente paling tau daaaah. Iya kan. Kan sering nyanyi-nyanyi gak karu-karuan malem-malem bikin macet jalan bawa-bawa nama Nabi, ya kaaaan. Hayo ngaku....

    Yang luar biasa adalah semua isi blog ini nuansanya hujatan. Tidak ada pujian. Masa orang yang banyak diambil ilmu darinya seperti tidak ada kebaikannya sama sekali? Kan aneh.

    Padahal ente orang Islam, dan beliau orang Islam juga. Apa mungkin ente sudah mengkafirkan seorang muslim? Hati-hati loh, nanti ente sendiri yang kena... He he he he...

    Kalo persoalan Saudi itu, nih ane kasih tau yah. Dulu moyangnya seseorang merasa terusir oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan Imam Muhammad bin Su'ud. Tapi, beliau-beliau berdua bawa dalil, jadi sah mengusir orang-orang itu.

    Nah, anak turunannya pada kesel, dengki, apalagi Saudi maju. Kaya. Gemah ripah loh jinawi, kata bahasa sini. Bukan bahasa Arab loh yaaaaaaa.... فهمث؟

    Faham enteu? maksudnyeeee.

    Sementara di sini.... Yah, yang ada ga bisa ngapa-ngapain soalnya modal kampanyenya cuma pas-pasan buat ngajak makan nasi "qibulin" eh "qibuli" eh apa itu, doaaaang.

    Yah, terpaksa deh abis-abisan nyerang orang yang ajarannya senada dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhad. Daripada makan nasi basi. Diusir lagi... wak waaaaaw... Suit suitttttttt!!!

    Mas, udah tinggalin tuh ajaran ente. Nabi kaga pernah tuh nyanyi-nyanyi muji-muji dirinya, sahabat-sahabatnya juga nggak pernah kaya gitu. Ente bisanya pada ketimpringan sama mukul bedug marawis doang apa yaaaaaach chiiiiiiiihhhh? Ciyus.... Mi apa? Miulid... xixixixixi

    Ada lagi yang lompat-lompat ala kris-kros ngakunya zikir. Adalagi yang goleng-goleng kepala melintir-melintir ngakunya zikir. Adalagi yang pasang pose bak artis dengan jenggot digambar, kemudian poto-poto di kuburan. Cihuuuuuuuuyyyy. Ikut X-Factor Indonesia Aja mas.

    Pikir-pikir deh, ajaran siapa yah yang sebenarnya patut dikritisi. Yang mengajak pada kemurnian Tauhid, dan Sunnah, atau jangan-jangan.....

    Kalo saya mah orang awam masssss. Saya mah cuma ogah aja dipanggil tukang nyembah kuburan, poto model makam, tukang curhat patok kober. Itu aja....

    Ingat loh, tidak boleh mengkafir-kafirkan umat Islam lainnya. Mengatai orang sebagai kotoran kucing di dapur saja nggak boleh. Apalagi yang dikatain pernah jadi imam shalat ulama. Hiiiiiiii, ngeri....

    Mudah-mudahan Alloh Subhanahu wata'ala menyetop jatah tidur ente sampe mata ente bengkak berair karena ga bisa tidur akibat mikirin gimana caranya saya ngehack ini komentator ga jelas yang fatwanya aneh nyeleneh begini....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cakep bgt bro, ane setuju bgt. Apalgi tdk ada satupun kecuali nabi dan rasul serta sepuluh sahabat yg dijamin masuk surgam ehhhh... Skrg mala ada yg dgn beraninya mengkafirkan saudaranya apa dia suda pernah ke surga yeee...??? Klw mati aje blom drasain uda brani menghujat dan mengkafirkan sesama, emong lho siapa???malaikat???cuuuuiiihhhh. Tp kita harus berhati2 ane rasa blog ini pemiliknya bukan orang islam, mereka hanya mau membuat makar agar kita saling menghujat dan terprovokasi sehingga kita bercerai-berai krn tau bahwa Alloh sgt membenci umat bercerai berai (al-imran :103 dan 105)

      Delete
  2. saya setuju dg hujjah kaum salafy,,tapi apa bnar fatwa ulama salafy sekh.fauzan ttng demo anti israel kmaren,yg mengatakan pendemo adalah perusak di muka bumi,,,terus al bani menyuruh agar palestin di tinggal kan,,,karna sudah terkontaminasi kaum kafir,,,!!!jawab dulu secara jujur sbgi muslim,,baru saya ykin salafy bnar 100%.....

    ReplyDelete
  3. kawan2 wahabi saya mau tanya nih, siapa yg lebih banyak menghujat, ngafirin, mbidahin orang, coba telusuri di google banyakan mana?
    kalian biasa ngritik pemahaman kami, guru2 kami, tp begitu kami balik kritik kalian kagak terima he he

    ReplyDelete
  4. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad..

    ReplyDelete
  5. Bismillah.
    Semoga Alloh memberikan kita hidayah dengan mengikuti Rasulullah Muhammad Salallohu alaihi wasallam.
    Ketika kita ingin meluruskan sesuatu namun penjelasan yang diberikan berisi ghibah terhadap saudaranya maka itu tidak menunjuukan sebuah penjelasan yang baik. atau untuk meluruskan tapi mencontohkan yang benkok juga sulit untuk menjadi lurus...
    albani adalah manusia biasa dan jelas bukan Rosulullah maka jika salah adalah wajar....
    namun pemilik blog ini juga harus koreksi diri, apakah yang sudah anda berikan untuk ummat....
    jika hanya hujatan maka tidak ada bedanya.... anda tidak istimewa... apalagi berat sebelah....
    berlaku adillah ya akhi... jika memang salah khabarkan dengan menimbang secara adil.....
    wallahu a'lam
    KUSAIRI
    SINGKAWANG
    KALBAR

    ReplyDelete
  6. Yah namanya juga pengikut aliran sempalan,Ɣª♌ğ slalu ngerasa paling nyunah...padahal otaknya pada dangkal...preeet..emang cocok namanya aja "sawah"pantes tuh celana cingkrang emang buat kesawah..​​​ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ

    ReplyDelete
    Replies
    1. orang bodoh gk ngerti agama. Engkau ngaku ber iman kpd Allah & Muhammad adala utusannya? Penipu...
      Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
      ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار
      “Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787)
      مَرَرْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي إِزَارِي اسْتِرْخَاءٌ فَقَالَ: يَا عَبْدَ اللَّهِ ارْفَعْ إِزَارَكَ! فَرَفَعْتُهُ. ثُمَّ قَالَ: زِدْ! فَزِدْتُ. فَمَا زِلْتُ أَتَحَرَّاهَا بَعْدُ. فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ: إِلَى أَيْنَ؟ فَقَالَ: أَنْصَافِ السَّاقَيْنِ
      “Aku (Ibnu Umar) pernah melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sementara kain sarungku terjurai (sampai ke tanah). Beliau pun bersabda, “Hai Abdullah, naikkan sarungmu!”. Aku pun langsung menaikkan kain sarungku. Setelah itu Rasulullah bersabda, “Naikkan lagi!” Aku naikkan lagi. Sejak itu aku selalu menjaga agar kainku setinggi itu.” Ada beberapa orang yang bertanya, “Sampai di mana batasnya?” Ibnu Umar menjawab, “Sampai pertengahan kedua betis.” (HR. Muslim no. 2086)

      Engkau mengaku Islam ttpi engkau mengolok-olok syari'at yg diturunkan Allah 'Azza wa Jalla.
      Engkau pasti mendapat azab, kecuali jika bertaubat

      Delete
    2. Klo ngikuti sunnah nabi kok pake celana? Kan sunnahnya pke sarung?

      Delete
    3. Klo ngikuti sunnah nabi kok pake celana? Kan sunnahnya pke sarung? NABI gk prnah pke celana

      Delete
  7. Ya begitulah wahabi:sombong ,,keras kepala,,tidak mau menerima kenyataan,,liat wajahnya saja kita udah bisa menilai..ustad2nya nggak ada bermuka cerah dan tidak sejuk di pandang,,saya yakin hati kita tdk akan bersih dan,Tawadu`bila mengikuti salafy wahabi ini..

    ReplyDelete
  8. Jujur saja saya sangat bingung dengan komentar saudara2 dengan wahabi dan salafy, semuanya pada mengatakan diri benar, ya Allah berikan kami ilmu utuk bisa membuktikan mana yang harus kami ikuti....ohon juga admin mengupas ajaran dengan benar dan tentu adil

    ReplyDelete
  9. maaf.
    justru klo pake fi'il amar jd rancu, pak. udah jlas marji' nya ke "kullu man".
    terima kasih.

    ReplyDelete
  10. sepertinya penulislah yg gak ngerti bahasa arab..
    kalo baca karyanya imam-imam ahlussunnah terdahulu pasti lebih ndak ngerti karena kesastraan mereka begitu tinggi

    ReplyDelete
  11. Justru kalau pake fiil Madli yg rancu, sedangkan yg dimaksudkan albani adalah menyuruh / mendorong mengamalkan hadits yg ada komentarnya dia, tapi kenapa menggunakan fiil madli? Bukankah fiil madli itu menunjukkan zaman yg telah lewat? Kalaupun memang menyuruh mengamalkan harusnya fiilnya (kata kerjanya) menggunakan bentuk kata kerja yg menunjukkan arti mustaqbal (zaman yg akan datang) dalam hal ini bisa berupa fiil mudhori' atau fiil amar, oke, kala marji' dhomirnya kembali kepada kullu man, maka kata yg tepat adalah

    " falya'mal bihi walya'udhhda alaihi binnawajid wa illa falyatrukhu."

    Hendaknya dia (kullu man) mengamalkanya (hadits) dan hendaknya dia (kullu man) menggigitnya (hadits) kuat2 dengan gerahamnya (kullu man), dan apabila tidak (ada komentar dariku) maka hendaknya dia (kullu man) meninggalkanya.

    Kalau perkataanya albani jelas rancunya, kata-kata amila bihi wa addho annawajidu, kalau mau di artikan sesuai dengan leterlak zamanya maka artinya " sudah mengamalkanya dan sudah menggigit gerahamnya" kata2 wa addho annawajidu " sudah menggigit gerahamnya" ini maksudnya apa? Ini yang justru menggelikan. Kalau yg paham gramatikal arab pasti tahu akan kerancuan ini, dan ini menunjukkan kecerobohan albani dalam berbahasa arab. Ga nyambung..

    ReplyDelete
  12. Para pembaca blog, agar akidah tidak terombang ambing, masalah perkataan syekh al bani tanya kepada ahli shorof dan nahwu, "fas'aluu ahladzdzikri ...."
    Dan untuk isi kandungan dari ajarannya " .. farudduhu ilallahi warrosuul ..", PASTI tidak sesat

    ReplyDelete
  13. mendingan ikut aja para habib dan kiyai2 nu. yg jelas sanad ilmunya .kebanyakan mereka tawadhu2,tidak sombong. Beda dg aliran sawah,kebanyakan mereka tertutup raut muka tdk cair bila ketemu sesamamuslim (bukan sefaham), Apakah itu sesuai dg akhlak Rosululloh SAW...Hati2 dg Sawah!! sangat dangkal pemahamanya..

    ReplyDelete
  14. yang komentar semuanya kayak dia paling tahu........weleh-...weleh......pendukung Al-Bani semua pada kebakaran jenggot......yang kontra Al-Bani nyantai aja nulis lagi...stop donk kasian yang sedang dongkol otaknya....lama -lama elo yang nulis artikel ikut-ikutan dongkol........enakan makan ikan tongkol....

    ReplyDelete
  15. biasanya NU yg ngotot bgt ngucilin wahai.

    ReplyDelete
  16. Mana mungkin NU ngucilin Wahabi, orang Wahabi sudah terkucilkan dengan sendirinya. Wahabi itu aneh NU di Indonesia yang begitu banyak Kyai dan Ulama di dalamnya dibid'ah-bid'ahkan amaliyahnya. Kalau NU banyak, Wahabi bawa-bawa hadits kebenaran bukan karena banyak atau sedikitnya, itu karena Wahabi tidak akan pernah banyak baik di Indonesia ataupun di seluruh alam semesta. Kalau mereka lagi show up dengan jama'ah yang banyak padahal cuma di wilayah tertentu saja mereka argumennya lain.

    ReplyDelete
  17. Setelah baca sebagian postingan dr blog ini, kebanyakan ttg kedengkian, penasaran td sy ketemu pembimbing dan sy tanyakan ttg siapa itu syeikh al albani... Beliau berkata bahwa sheikh al albani itu adalah ulama besar yg keilmuan ttg hadistnya sangat tinggi... Dan beliau jg menjelaskan ttg faham wahabi... Ternyata banyak org yg fitnah mereka... Tdk semua wahabi sesat, itu tergantung dr orgnya.. Demikin kurang lebih penjelasan dr pembimbing saya Sheikh Yasen... Beliau umur 12th hafidz dan 18th sudah hafal hadist2 dr bukhari muslim... Sekarang sebelum laknat Allah datang sebaiknya admin dan teman2 yg menebar kebencian bertobat.. Kita sesama muslim tdk sepatutnya saling menghina dan benci.. Apalagi terhadap ulama besar... Mohon maap klo ada salah kata... Wassalam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum akhii.., sebaiknya kita semua memohon ampun kepada ALLAH, syeh albani wafat di tahun 1999 klo ga salah, ..seorang ulama terkemuka di era modren, baiklah akhii..kita jg harus ingat & tau, bahwa hadist beda dgn gadget, semakin tinggi tahun nya semakin teruji kualitas nya,..klo hadist semakin dekat perawi & sanad nya ke masa RASULULLAH SAW, Inshaa ALLAH semakin jelas, kuat & shoheh hadist tersebut.., saya yakin kita semua saudara2 ku tau, klo ulama itu bukan syeh albani & ibnu taimiyah saja.., klo boleh membanding bandingkan..hebat mana Syeh Albani atau IMAM Syafi'i..? Sehingga bnyk saat ini yg membid'ah kan tata cara yg ada pada Madzab nya.., sadarlah wahai umat muslim, mulai lah kembali tanamkan sikap harga menghargai di diri anda & kita semua.., khilafiah dr zaman dulu sdh ada, tp cara menyikapi mreka jauh dr cara anda & kita saat ini,..anda, saya & kita disini adalah MANUSIA ..! Tempat nya salah, jadi..jgn merasa paling benar, ..Islam itu satu..! Islam itu bkn NU, bukan Muhammadiyah, bukan salafi, bukan Wahabi dll..islam ya islam..! Stop golongan2..!! Stop ego & klaim anda lah ahli surga..!! Tanpa anda sadari, anda2 lah yg merusak & menghancur kan ISLAM itu sendiri dari dalam, anda2 lah pemecah belah Ukhuah islamiah umat.., Naudzubillah..! "Sekali lagi, mari kita sama2 mohon ampun kepada ALLAH SWT.. :'(

      Delete
  18. jika benar syekh al abani ulama besar, kenapa banyak ditemukan "keanehan" dalam kitabnya?
    kenapa hadits-hadits shohih bukhari muslim didhoifkannya?

    ReplyDelete
  19. Asalamu'alaikum,
    Wajar jika memang sudah jauh dari Zaman Rasulullah, namun lebih baik duduk bersama-sama. Untuk umat Nabi Muhammad, bukan untuk bergolong-golongan.
    Bukan bermusuhan, namun untuk menuju Ridho Allah yang kekal abadi selama-lamanya (surganya). Maka janganlah berpecah belah karena perbedaan pendapat, sandaran pada qur'an dan hadis.
    Wa

    ReplyDelete
  20. Yg paling semangat mencaci ulama, baik yg ngaku aswaja maupun salafi, biasanya ilmunya CETEK atau aslinya SYIAH atau YAHUD*, calon2 penghuni NERAKA. 4 imam mazhab saja saling berguru, meskipun berbeda pendapat. Hati2, Allah tidak tidur, jangan asal2an dlm menulis atau komentar, salah tuduh, semua balik ke Anda. Membicarakan kejelekan org lain saja dilarang apalagi kalau fitnah.

    ReplyDelete
  21. Yang saya tahu, kapabilitas & kredibilitas syaikh Al Albani sangat diakui diantara ulama di masa2 ini, mungkin rujukan yang cukup netral tentang keilmuan & pengakuan/penghargaan terhadap beliau bisa dibaca di link wikipedia berikut:
    https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Nashiruddin_Al-Albani

    Sejauh yang saya tahu juga, kitab Imam Bukhari tidak sebatas shahih bukhari yang memang telah diakui sebagai kitab hadits dengan pensyaratan yang paling ketat dalam penilaian keshahihannya, tapi juga ada kitab2 lain seperti al-adabul mufrad dll yang di dalamnya masih menjadi satu antara hadits shahih dan dhaif di dalamnya (lengkap dengan sanad2nya yang bisa diteliti para ahli hadits sepeninggal beliau), jadi sepertinya konteks muqaddimah tersebut lebih tentang takhrij2 hadits tersebut, yang terlihat jelas dari nukilan yang juga dikutip penulis di atas (sekaligus sedikit koreksi terjemahannya):
    فما كان ثابتا منها عمل به وعض عليه النواجذ, والا تركه …
    terjemahan yang lebih mendekati : maka jika ditemukan yang shahih dari hadits2 tersebut, hendaklah beramal dengannya.. dst", dan bukan "“…apabila hal tersebut (komentar dariku).. dst" karena kalimatnya فما كان ثابتا منها dimana dhamirnya merujuk kembali kepada hadits2 dan bukan "komentar dariku"..

    CMIIW

    ReplyDelete
  22. Bagaimana wahai pemilik blog? Niat hati (mungkin) hendak memberi "pencerahan", malah menambah perselisihan dan saling hujat antar saudara/i se-iman.

    Sedikit mengkoreksi: apa guna anda mengakhiri artikelmu dengan kalimat "silakan anda membuat kesimpulan sendiri"; sementara anda sudah memberi kesimpulan di judul artikel.

    Berhentilah mengkonfrontir antar alim ulama tersebut yang kini sudah tiada. Yang demikian ini bukan prilaku Muslim yang baik.

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. Assalamualaikum akhii.., sebaiknya kita semua memohon ampun kepada ALLAH, syeh albani wafat di tahun 1999 klo ga salah, ..seorang ulama terkemuka di era modren, baiklah akhii..kita jg harus ingat & tau, bahwa hadist beda dgn gadget, semakin tinggi tahun nya semakin teruji kualitas nya,..klo hadist semakin dekat perawi & sanad nya ke masa RASULULLAH SAW, Inshaa ALLAH semakin jelas, kuat & shoheh hadist tersebut.., saya yakin kita semua saudara2 ku tau, klo ulama itu bukan syeh albani & ibnu taimiyah saja.., klo boleh membanding bandingkan..hebat mana Syeh Albani atau IMAM Syafi'i..? Sehingga bnyk saat ini yg membid'ah kan tata cara yg ada pada Madzab nya.., sadarlah wahai umat muslim, mulai lah kembali tanamkan sikap harga menghargai di diri anda & kita semua.., khilafiah dr zaman dulu sdh ada, tp cara menyikapi mreka jauh dr cara anda & kita saat ini.
    Anda, saya & kita disini adalah MANUSIA ..! Tempat nya salah, jadi..jgn merasa paling benar, ..Islam itu satu..! Islam itu bkn NU, bukan Muhammadiyah, bukan salafi, bukan Wahabi dll..islam ya islam..! Stop golongan2..!! Stop ego & klaim anda lah ahli surga..!! Tanpa anda sadari, anda2 lah yg merusak & menghancur kan ISLAM itu sendiri dari dalam, anda2 lah pemecah belah Ukhuwah islamiah umat.., Naudzubillah..! "Sekali lagi, mari kita sama2 mohon ampun kepada ALLAH SWT.. :'(

    ReplyDelete
  25. Sudahlah dari pada pusing mikirin pake logika saja, kita punya imam buchori, muslim turmuzi yg jelas lebih dekat ke imam 4 mazhab yg nyata sudah jelas2 lebih dekat ke era nya rosul itulah yg benar2 salaf, janganlah ikuti orang yg baru lahir 1900-an sudah jauh eranya, pastinya sudah terlalu banyak distorsi, kalo mau kembali kepada para salafi ya ikuti ulama2 salaf baca yg di buat oleh mereka, ngga perlu lagi baca yg dibuat sama ulama2 baru yg ngaku2 salaf, ingat distorsi pasti terjadi belum lagi kalo ternyata ada kepentingan yahudi disitu.

    ReplyDelete
  26. Wahai saudara2 seagama seiman sezaman satu kitab sama syahadat marilah kita saling toleran terhadap perbedaan faham di antara kita, karena sesungguhnya kita tidak tahu, mana yang paling dianggab benar oleh Allah SWT. Semua masing-masing kita marilah beramal sesuai faham masing-masing sesuai yang diyakini berdasarkan dalil yang diyakini yang berasal dari para ahli hadits yang dianut, karena perselisihan diantara kita pada akhirnya "Allah akan memutuskan diantara mereka dengan apa yang mereka perselisihkan"

    ReplyDelete
  27. niiich comment gue ,,,,,boro2 albani , barsiso dan bal am bin bauro yg punya doa ismul adzo0m aja meninggal suu ulkhotimah ...apalagi albani cuman mantan tukang revarasi jam jadi kutu buku hadist , terus memproklamirkan dirinya lebih unggul dari imam bukhori , wahaai orang2 SAWAH!!!!!/salafi wahabi , gali lah kuburan albani ..lihat jasadnya apa dia udah membau busuk ?? atau masih utuh ...kalo masih utuh gue pasti percaya dan akan mengikuti patwa2nya

    ReplyDelete

Silahkan berikan komentar atau pendapat anda mengenai tulisan di atas. Terimakasih.